Tampilkan postingan dengan label All About Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All About Islam. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 September 2013 0 komentar

Doa yang terlupakan...



Bismillah...

Doa-doa yang pernah terucap dari lisan atau hati kita mungkin akan kita lupakan atau terlupakan setelah lama tak kunjung jua terwujud...

Tapi ketahuilah kawan...Allah mendengar doa-doa kita....Allah tidak tuli...dan ketahuilah sobat....Allah tak pernah ingkar janji. Allah tau waktu yang paling tepat untuk mengabulkan doa-doa kita...=')





Setelah doa terucap, ikhtiar maksimal....setelah itu,..sabar dan ikhlas kuncinya....:)
Ya...bersabar menjalaninya dan IKHLASKANLAH.....apapun yang akan terjadi...Allah tau yang terbaik untuk diri ini, melebihi kita tau diri kita sendiri....:) 


Entah mengapa,...ini saya katakan seperti menjadi sebuah metode atau "cara" Allah...
Dalam beberapa hal,...saya pernah katakanlah "ngotot" menginginkan sesuatu....tapi justru pada saat ngotot itulah,...doa-doa yang sering terucap tak kunjung diijabah Allah....:)

Tapi subhanallah...ketika,.doa itu telah terucap,.dan hati ini pun tak lagi "ngotot" dan mengikhlaskannya....saat itu justru sesuatu yang kita inginkan itu terwujud.....

Seperti bukan kita yang meminta dan menjemputnya,,..tapi seolah....Allah antarkan sendiri dihadapan kita...=) 
Subhanallah...

Wallahu alam...
Dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki,....tak dapat saya sandingkan dengan referensi-referensi hadits yang mungkin ada....:)
Tapi, berdasarkan penagalaman yang saya alami sendiri....mungkin seperti itulah "CaraNya"





-afw-
9 September 2013
Dihari spesial milad mamah tercinta

Jumat, 23 Agustus 2013 0 komentar

Aku mencintaimu....:)

Bismillahirahmanirahim.....


Sahabat,....diantara kita pasti pernah merasakan jatuh cinta...ya,..mungkin semua orang pernah merasakannya.....tapi pernahkah kau sadari, ketika kau mencintai seseorang,..sifat, sikap dan tingkah laku kita kadang mengikuti orang yang kita cintai??
bahkan sampai kebiasaan, dan kesukannya pun tanpa kita sadari kita mengikutinya....^^

terlebih bagi antum yang sudah menikah....=)
yag sejak membuka mata sampai menutup mata selalu bersama,...bahkan 24 jam sehari, 7 hari seminggu.....:)

katakanlah yang biasa tidak pernah nonton sinetron,.tapi ketika suami atau istri kita menyukainya,...bisa jadi kita pun akan ikut menyukainya....

Yes..mungkin itu bisa dikatakan cinta...ketika kita mencintai seseorang....kitapun mungkin secara tak sadar akan mencintai kesukaannya..barang2 kesukaannya,..film2 yang disukainya,.bahkan juga mencintai mimpi dan cita-citanya......:D
ahh...indahnya.....=)



Lalu....bagaimana dengan cinta kepada Rasul.....??
yah....seharusnya,..ketika kita mencintai Rasul....kita pun harusnya akan suka dengan kebiasaan2 Rasul ,sunnah2nya,.....dan juga apa yang dilakukan Rasul....=)

jikalau kita pun tak menyukai sunnah2 Rasul Muhammad SAW mungkin itu bisa menjadi tolak ukur kecintaan kita kepada Rasulullah....:)

Astagfirullah....ini pun menjadi sebuah renungan bagi diri saya pribadi.....
Semoga....ketika kita memutuskan untuk mencintai Rasul,..kita pun suka dan mencintai sunnah2 Rasul...

Wallahu alam....
Semoga kita termasuk orang- orang yang mencintai Rasul, sunnah2nya...dan menjadi ummat yang berbaris dibelakang bendera Rasulullah SAW..dan mendapat syafa'at kelak....
Aamiin Ya Rabb...






Di tengah malam
22 Agustus menjelang 23 Agustus 2013..


-Afw-





Rabu, 01 Mei 2013 0 komentar

Da'wah itu....


Bismillahirahmanirahim....


"Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan
meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu.
Berjalan, duduk, dan tidurmu..

Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang
umat yg kau cintai..

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu.
Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di
tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. . Tubuh yang
hancur lebur dipaksa berlari.."

(Rahimahullah Ust. Rahmat Abdullah)


Tak ada jalan yang mudah untuk sebuah perjuangan...tak ada jalan yang lurus dalam perjuangan...begitulah hakikat perjuangan....
Mungkin,.tubuh ini akan dipaksa terus bekerja dan bekerja,..otak ini akan dipaksa terus berpikir dan berpikir....ya begitulah hakikat perjuangan..

Hingga kelak Allah memanggil kita dan berkata "waktunya pulang".

Hanya orang-orang yang terpilihlah yang mampu bertahan....:)
Ia yang disebut Allah orang yang beruntung di Qs Ali Imran : 104

Tetap semangat.....berjuang untuk ummat..bangsa agama...semoga kelak Allah goreskan perjuangan ini sebagai tinta emas kehidupan kita...:)

Insya Allah,.tetap luruskan niat...hanya untuk Allah semata.....
0 komentar

Da'wah satu dari cita dan mimpiku....

Bismillahirahmanirahim....

Rasulullah bersabda,..orang yang paling baik itu orang yang bermanfaat buat orang banyak...

Alhamdulillah,.....hadits ini menjadi salah satu penyemangatku untuk terus berjuang....Ya....embel2 "bermanfaat" selalu ada dan ingin terus ada dalam diri ini.......:)

Bermanfaat untuk keluarga, sahabat, agama dan bangsa,..juga untuk ummat banyak yang begitu aku cintai...

"Da'wah adalah cinta",..kutipan dari Syekh Tarbiyah Ust Rahmat Abdullah....


"Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan
meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu.
Berjalan, duduk, dan tidurmu..

Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang
umat yg kau cintai..

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu.
Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di
tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. . Tubuh yang
hancur lebur dipaksa berlari.."


Ya Seperti itulah Da'wah,..dan aku sudah memutuskan...untuk menjadikan da'wah sebagai udara,.Insya Allah...Setiap yang setiap hembusan nafasnya adalah da'wah.....

Mungkin orang bilang aku sok suci,..sok menasehati...dll..
Demi Allah,..jikalau melihat amal dan ibadah kita selama ini, tak ada yang seorangpun yang pantas untuk saling menasehati,.untuk saling mengingatkan...
Karena kita semua manusia,....yang takkan pernah lepas dari dosa,....
Sungguh suatu kesalahan juga terus menyalahkan diri sendiri tanpa ada rasa untuk memperbaiki diri dan saling menasehati,.

Ya Rabb...jadikan jalan da'wah ini menjadi jalan penebus dosa-dosa hamba.....:)

Satu dari cita dan mimpiku....

Suatu saat ingin "benar-benar" berjuang di tanah tandus di pelosok negri,...menyemai benih-benih cahaya islam di tempat yang tidak terduga,..berjuang dengan ustad-ustad lain di seluruh pelosok negri,....yang rela bahkan berkorban harta dan jiwa raganya untuk perjuangannya menyampaikan cahaya Islam...
Suatu saat...insya Allah....dengan biaya sendiri dari bisnis-bisnisku bersama berjuang dengan istri menyemai lahan tandus untuk menebar benih-benih cahaya islam, yang kelak akan kami "Panen" di Surga kelak....Insya Allah......

Istiqomahkan cita dan mimpi ini Ya Rabb.....
Insya Allah.....


Bandung 30 April 2013
-afw- 







Sabtu, 24 September 2011 3 komentar

Seandainya kita hidup di jaman Rasulullah..

Sahabat, pernah gak sih kita bayangkan, seandainya kita hidup sejaman dengan Rasulullah SAW,..

Mungkinkah kita orang-orang yang sangat dekat dengan Nabi,.??atau justru kita orang-orang yang selalu menentang Nabi??

Mungkinkah kita orang2 yang selalu terdepan membela agama Allah yang dibawa Rasul,.??ataukan orang2 yang paling depan menentang Nabi...

Jikalau dengan ijin Allah, kita terlahir di jaman Rasul, dengan kadar keimanan kita yang seperti ini,.mungkinkah kita akan menjadi salah satu sahabat Nabi??mungkinkah salah satu jamaahnya Nabi?atau salah satu kader terpercayanya Nabi?ataukah salah satu panglima perang yang luar biasa hebatnya?atau hanya sekedar manusia biasa, yang hidup di jaman Nabi, tanpa sedikitpun menggoreskan tinta emas sejarah peradaban dunia??

Jiakalau kita menjadi salah satu dari sahabat nabi,..dengan keimanan kita yang seperti ini, ada di bagian manakah kita??seberapa istiqomahkah kita bisa menjalani satu kebaikan??seperti yang dicontohkan para sahabat nabi,..

Abu Bakar yang benar, membenarkan dan dibenarkan...Mengapa??karena teguh untuk yakin pada apa yang berasal dari Allah, dan dibawa Rasulullah,..yang keimanannya luar biasa,.."Andaikan iman seluruh manusia ditimbang dengan keimanan seorang Abu bakar,,niscaya lebih berat iman seorang Abu Bakar,." Subhanallah...orang yang sangat dicintai Nabi, jikalau nabi boleh mengambil kekasih selain Allah, maka iapun akan mengangkat Abu Bakar sebagai kekasihnya..

atau seperti Umar bin khattab, sang Al Faruq,..ia sosok yang tak pernah menyembunyikan perasaannya..Jujur pada dirinya dan pada Allah, jujur pada manusia..Keras,tak kenal takut...bahkan setanpun lari ketika bertemu dengannya...beliau juga yang mengantarkan perang2 besar...dakwah yang terang-terangan..."Bukankah kita berada diatas kebenaran?? Bukankah mereka diatas kebathilan??"
Ia keras,.sangat keras,,namun ada suatu saat ia manusia terlembut,.yaitu saat memimpin..

ataukah seperti utsman, Utsman Dzun nurain atau lebih dikenal dengan Utsman bin affan, sipemalu berakhlak mulia..yang malunya tak hanya pada manusia,.tapi ia lebih malu terhadap Allah,.Mandinya utsman takkan dilakukan kecuali dalam keadaan pintu rumah terkunci, semua lubang ditutup di kamar yang paling terkendali dan terkunci, dalam sebuah bilik rapat di kamar itu, dan dipasang selubung kain yang tinggi..itupun utsman tidak bisa menegakkan punggunya karena rasa malu. Ia malu jika nikmat-nikmat Allah tak bisa ia nafkahkan di jalanNya...ia malu, jika ia kenyang namun penduduk madinah ditimpa paceklik,Maka 1000 unta penuh muatan ia bagikan gratis kepada penduduk...(emm,kapan ya para pemimpin kita seperti ini??)
"Tidak akan membahayakan Utsman, sabda sang Nabi, " Apapun yang dia lakukan hari ini " dan Utsmanpun semakin merasa malu...

Sampai sini, adakah kita pantas menjadi salah satu sahabat Nabi??

Atau seperti Ali yang ceria??seorang pemuda yang luar biasa, yang menggantikan tidur Rasulullah ketika terjadi kepungan....atau seperti pedang Allah yang terhunus Khalid bin Wallid, yang memang hanya hapal sedikit ayat, namun luka ditubuhnya karena perang membela agama Allah, kelak akan menjadi saksi?
bagaimana dengan Abdurrahman bin auf yang diberkahi dalam shodaqoh dan simpananya..

atau bagaimana dengan Thalhah??seorang perwira, yang menjadi perisai hidup Nabi..yang ditubuhnya ada 70 sayatan pedang,hujaman tombak dan tusukan panah..maka jadilah ia seorang syahid yang berjalan di muka bumi..Masya Allah,,,

Ah....kurasa,masih banyak para pejuang dan sahabat nabi di masa itu yang tak kalah luar biasanya....
lalu ada di mana kita??


Masya Allah,.kita dilahirkan di jaman ini,..jaman dimana Rasul telah menjadi sebuah sejarah dunia yang luar biasa, yang keagungannya tak terbantahkan..yang akhlaknya dapat mudah kita dengar dimana2...dimana orang2 yang mencintainya mudah kita temukan...yang sejak lahir keduniapun kita sudah dikenalkan dengan beliau melalui kedua orang tua kita....

tapi, jangan khawatir sobat...mungkin kita tidak ada apa2nya dengan sahabat nabi pada jaman itu...
tapi dengarlah dialog Nabi dengan para sahabat yang begitu menyejukkan hati,.dikutip dari tafsir Al Kabir,karya Al-Fakhr al-Razi...

 “Menurut kalian, siapa yang imannya paling menakjubkan (Man a’jabakum imanan?)." 

Para sahabat menjawab, "Para malaikat Ya Rasulullah." Nabi berkata : "Bagaimana mungkin para malaikat tak beriman, padahal mereka berada di samping ‘arasy Tuhan?"

Para sahabat berkata: kalau begitu, para nabi Ya Rasulullah. Nabi menjawab: Bagaimana mungkin para nabi tak beriman, padahal kepada mereka turun wahyu Tuhan. 

Kata para sahabat : kalau begitu kami ya Rasulullah, kami sahabatmu. Nabi bersabda, "Bagaimana mungkin kalian tak beriman, padahal aku berada di tengah-tengah kalian. Telah kalian saksikan apa yang kalian saksikan." Menurut hadis ini, mungkin sebagian sahabat beriman karena menyaksikan mukjizat dan peristiwa-peristiwa agung yang menyertai kenabian Rasulullah Saww.

Al-Fakhr al-Razi dalam tafsir Al-Kabir, meneruskannya dengan mengabarkan sabda Nabi, “Yang paling menakjubkan imannya adalah mereka yang datang setelah kalian. Mereka yang beriman kepadaku padahal aku tidak berada di tengah mereka. Mereka yang mengimaniku tanpa pernah berjumpa denganku: yang mengikuti ajaranku seraya merindukanku. Duhai betapa aku merindukan mereka (diulang sampai tiga kali). Merekalah saudara-saudaraku.

Para sahabat berkata. “Bukankah kami ini saudaramu juga Ya Rasulullah?” Nabi menjawab: “Antum Ashhabi.” Kalian adalah sahabat-sahabatku. (Sedangkan) Merekalah saudara-saudaraku. "

Subhanallah...
Mungkinkah yang disebut Nabi adalah kita??orang yang hidup setelah jaman Nabi...

Yang begitu mencintai Rasul, padahal tak sekalipun pernah bertemu..yang begitu merindukan beliau padahal tak pernah sekalipun bertatap muka dengan beliau, yang sangat mencintai sunnah2 beliau, tanpa ada sedikitpun keraguan dalam hatinya...

Benarkah kita yang disebut??
Coba tanyakan pada hatimu......

Seberapa besar kita mencintai Rasul...seberapa besar kita merindukan Rasul,sehingga Rasulpun merindukan kita....

Insya Allah......


Sebuah rindu yang tiada bertepi pada Rasul Muhammad SAW...

Sedikit renungan,, dalam mencapai kasih sayang Allah dan Rasul.....Semoga bermanfaat....




Selasa, 13 Juli 2010 1 komentar

Sekilas Tentang Syaikh Tarbiyah Kh. Rahmat Abdullah

Asslamualaikum....

Bismillah....

Temen2 yang insya Allah di Rahmati Allah, postingan kali ini sedikit banyak bercerita tentang Almarhum KH. Rahmat Abdullah, sang Murabbi dan seorang Syaikh Tarbiyah bagi kaum muda.....



Subhanallah beliau adalah orang yang sangat luar biasa, dan beliau menjadi salah satu motivasi ane untuk tetap berjuang di jalan dakwah ini.....dan film "SANG MURABBI (Guru)" yang dibuat untuk mengenang beliau benar-benar membuat siapapun yang menontonya akan kembali semagat mengemban amanah dakwah ini....





Gak banyak yang ane ketahui tentang beliau, hasil dari googling, cari sana sini dan insya Allah sedikit banyak bisa bercerita tentang beliau,..Bismillah....

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Beliau lahir di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada 3 Juli 1953. Sebagai anak Betawi, beliau lebih bangga apabila tanah kelahirannya disebut dengan Jayakarta, nama lain kota Jakarta yang diberikan oleh Pangeran Fatahillah. Belum puas ia menikmati kasih sayang ayahnya, di usia 11 tahun Ayah beliau dipanggil mengahadap Sang Khalik, tapi itu tak menyurutkan beliau untuk tetap belajar agama, waktu luang ia gunakan untuk mengaji dan (belajar membaca Alquran, baca-tulis Arab, kajian akidah, akhlak, dan fikih) yang dilanjutkan dengan sekolah dasar di siang hari. Almarhum ayahnya meninggalkan usia percetakan sablon sebagai penyampung hidup keluarganya....

Di era 60an beliau dikenal sebagai aktivis di KAMI dan KAPI padahal beliau masih duduk di bangku SMP, Melihat kurangnya perhatian sekolah terhadap masalah agama, beliau kemudian pindah sekolah ke Ma’had Asy-Syafi’iyah di Bali, Matraman, Jakarta, yang didirikan oleh K.H. Abdullah Syafi’i

Selepas MI, Rahmat remaja melanjutkan studinya ke jenjang MTs di Ma’had yang sama. Di sini, beliau mulai belajar ushûlul fiqh, mushthalahul hadîts, psikologi, dan ilmu pendidikan. Namun, pelajaran yang beliau gemari adalah talaqqî, yang dibimbing langsung oleh K.H. Abdullah Syafi’i; sosok kiai karismatik yang memberikan banyak inspirasi. Pada saat itu juga, Rahmat muda pun mulai merintis dakwah, berkhidmah kepada umat dengan mengajar di Ma’had Asy-Syafi’iyah dan Darul Muqorrobin, Karet, Kuningan

Hal ini beliau jalani selama bertahun-tahun, berjalan kaki dari Bali Matraman ke Karet Kuningan. Tak jarang untuk memberikan les privat beliau pun harus melewati lorong-lorong Jakarta hingga larut malam. Namun keikhlasan senantiasa menyelimuti beliau, karena semangat dakwah sudah terpatri dalam dirinya. Rahmat seorang santri yang cerdas, bersemangat baja, dan pantang menyerah, sehingga wajar kalau beliau kemudian dijadikan murid kesayangan K.H. Abdullah Syafi’i. Hingga pada tahun 1980, beliau bersama empat rekannya yang lain, sempat akan diberangkatkan ke Kairo untuk menempuh studi di Universitas Al-Azhar. Namun sayang, kesempatan itu gagal, karena ada ‘fitnah’ dari kalangan internal. Namun semangat Rahmat untuk belajar sedikit pun tak mengendur. Sejak beliau diperkenalkan K.H. Abdullah Syafi’i dengan seorang syekh dari Mesir, mulalilah beliau tertarik dengan pemikiran tokoh-tokoh Islam. Hasan Al-Banna, Sayyid Qutub, dan tokoh nasional seperti H.O.S. Cokroaminoto dan Muhammad Natsir, merupakah tokoh-tokoh Islam yang beliau kagumi. Dalam waktu singkat beliau melahap buku-buku mereka dan tokoh-tokoh pergerakan lainnya.

Keseriusan Rahmat dalam menggeluti dunia dakwah membuatnya lupa kalau usianya sudah menginjak kepala tiga. Akhirnya, di usianya yang ke 32, Rahmat mengakhiri masa lajangnya, dengan menikahi Sumarni, adik kelasnya ketika masih sekolah di Ma’had dulu. Pernikahan pun dilangsungkan pada tanggal 15 Ramadan 1405 H. (1984). Dari pernikahan ini, beliau dikaruniai tujuh orang anak.
Sekalipun sudah berkeluarga, bukan halangan bagi Rahmat untuk terus berkiprah dalam dunia dakwah. Bersama Abu Ridho, Hilmi Aminudin, dan beberapa tokoh pemuda Islam pada saat itu, mereka tergabung dalam Harakah Islamiyah di era 80-an; halaqah dakwah yang terinspirasi dari pergerakan Al-Ikhwan Al-Muslimun yang didirikan Hasan Al-Banna. Inspirasi dakwah Hasan Al-Banna sebenarnya sudah lama menjadi acuan Rahmat Abdullah. Gayung pun bersambut. Beliau bertemu dengan rekan-rekannya yang seide dan sepemikiran. Bersama mereka, beliau berjuang melalui jalur pendidikan, kaderisasi, dan pengajian. Di wadah ini, Rahmat juga merintis sebuah majalah Islam yang banyak diminati pemuda Islam pada saat itu. Sayang, rezim orde baru yang berkuasa memaksa mereka untuk menutup segala aktivitas dakwahnya. Namun, hal itu tak menyurutkan semangat Rahmat untuk membuka lembaran baru di dalam dunia dakwah. Setelah lama berpetualang di dunia dakwah, bersama muridnya pada tahun 1993, Rahmat mendirikan Islamic Center Iqra’; lembaga Islam yang bergerak dalam pengembangan dunia pendidikan dan sosial, di Pondok Gede, Bekasi,

Pasca runtuhnya rezim orde baru, beliau terjun dalam dunia politik. Mungkin tak terbersit sedikit pun di benaknya untuk berkecimpung di dunia itu. Namun untuk kelangsungan dakwah, tugas itu pun akhirnya diemban. Pada tahun 1999, beliau diamanahi sebagai Ketua Bidang Kaderisasi DPP Partai Keadilan—partai yang didirikannya bersama dengan rekan-rekan seperjuangannya, setelah lebih sepuluh tahun dirintis bersama, yang kemudian menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Kemudian beliau beralih menjadi Ketua Majelis Syuro sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan Sejahtera.
Pada tahun 2004, karir politiknya kembali melejit. Beliau terpilih sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Bandung, Jawa Barat. Dan pada pencalonan beliaulah pertama kalinya Bandung dimenangkan oleh partai Islam, sejak awal pemilu tahun 1955.
Dai sekaligus budayawan. Itulah Rahmat Abdullah. Perjalanan hidupnya dalam menyelami lautan dakwah banyak beliau rangkai dalam untaian bait-bait syair, puisi, serta artikel-artikel kecil

Dai, demonstran, budayawan, dan filosof ini akhirnya menduduki kursi ‘empuk’ DPR di komisi III. Bersuara lantang, kritis namun tetap sopan, itulah kesan yang didapat dari rekan-rekannya di Parlemen. Amanat di partai pun dengan penuh semangat beliau emban. Hingga di penghujung hayatnya, beliau diamanahkan sebagai Ketua Badan Penegak Organisasi Partai Keadilan Sejahtera.


Ada yang datang dan ada yang pergi, itulah sunatullah. Selepas menyempurnakan wudlu untuk menunaikan salat Maghrib, beliau dipanggil menghadap Sang Khalik, Selasa, 14 Juni 2005. Beliau wafat pada usia 52 tahun. Umur yang tergolong muda untuk seorang politisi. Tidak seimbang memang dengan rambut kepala dan jenggotnya yang sudah memutih. Mujahid dari kampung Betawi ini wafat dengan meninggalkan istri dan tujuh orang anaknya.
Kota Jakarta pun seakan menangis, mengucurkan hujan deras mengiringi kepergian beliau. Puluhan ribu muridnya tanpa kuasa menahan haru mengantarkan jenazahnya ke persemayaman terakhir. Syekh tarbiyah itu telah pergi, namun semangat dakwah yang diwariskan kepada murid-muridnya takkan memudar. Selamat jalan Ustad Rahmat…. Perjuangan yang telah lama engkau rintis ini, akan terus kami lanjutkan




-------------------------------------------------------------------------------------------------

Subhanallah......jika temen2 sekarang ada yang mengikuti kajian rutin yang sering disebut Mentoring, Halaqoh, ataupun Liqo, pada awalnya beliaulah yang mencetuskan dan memperjuangkannya di Indonesia, sekarang tak perlulah sembunyi2 dalam menjalani liqo dan berdakwah, tapi dahulu, sejak awal dibentuknya tak bisa berdakwah secara terang2an banyak antek2 pemerintah yang mencurigai kegiatan ini, bersyukurlah kita yang bisa menikmati indahnya dakwah ini sekarang, tanpa perlu melewati masa2 sulit seperti dulu.

Kata2 motivasi dari beliau seolah menjadi penyemangat dalam menjalani dan terus berjuang dalam dakwah ini, berjuang dalam meneruskan cita2 beliau dan cita2 Rasulullah untuk tegaknya syariat Islam di muka bumi ini.....

Sedikit kata2 yang sampai detik ini menjadi penyemangat dalam berjuang di jalan dakwah ini:

"Amanah teremban pada pundak yang semakin lelah, bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan ataupun surut langkah kebelakang, ini adalah awal pertempuran, awal pembangkitan..siapa diantara kita yang beriman, wahai diri sambutlah SeruanNya...Orang2 besar lahir karena perjuangan bukan menghindari dari peperangan "


" Dimana kita berpijak disitulah dakwah kita sebarkan "

" Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi dan semangat juang yang tidak pernah pudar, Ajaran yang mereka bawa melebihi usia mereka, Usia mujahid para pembawa misi dakwah tersebut tidaklah panjang namun cita2, semangat dan dan ajaran yang mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka"

Subhanallah...akankah muncul lagi sang Murabbi seperti beliau, yang berjuang tanpa kenal lelah dalam menegakan syariat Islam.....

Teman2 kitalah yang akan menjadi kader beliau, dan juga menjadi kader Rasulullah dalam meneruskan perjuangan mereka.....tetap semangat menjalani dakwah ini, karena satu tujuan... ALLAH....

Sahabat jangan pernah kau siakan Hidayah Allah yang tak ternilai harganya ini......jangan kau siakan perjuangan Rasulullah dan para sahabat, dan juga perjuangan dakwah Kh. Rahmat Abdullah.......



Sahabat dijalan dakwah ini kita pernah jatuh, kita tau betapa sakitnya jatuh itu, kita pernah hina, kita tau bagaimana rasanya itu, kita pernah merasa jenuh, dan kita tahu betapa membosankannya waktu itu....Sahabat, jalan ini memang pahit, karena apa??Karena Surga Allah itu Manis.....segala usaha dan perjuangan kita di dunia dalm menegakkan sayriat islam ini akan dibalas beratus kali lipat oleh Allah........Lakukan sekecil apapun yang kita bisa, lakukan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan...sebagai bentuk rasa Syukur kita kepada Allah, yang telah menjadikan kita sebagai mujahidnya............mulai dari detik ini, mulai dari hal yang kecil dan mulai dari diri sendiri...



Rabu, 14 April 2010 2 komentar

Cahaya Ilahi...

Ketika cahaya Islam datang jangan kau tolak cahaya itu..biarkan ia merasuki hingga ke pori2 kulitmu,...menembus lapisan tulang rusukmu,..meresap hingga jantung dan hatimu.....dan jangan biarkan ia keluar dari dalam hatimu...pegang teguh cahaya Islam itu,....sekuat cengkraman gigi graham....pegang teguh hingga Allah mengutus MalaikatNya untuk mengembalikan jiwa ini kepada PemilikNya.....




Insya Allah....

Cahaya islam itu akan menuntunmu menuju Surga Allah...
Selasa, 13 April 2010 0 komentar

Palestina Tercinta


Shoutul Harokah
Judul:Palestina Tercinta
Album:TAK KENAL HENTI


Untukmu jiwa-jiwa kami
Untukmu darah kami
Untukmu jiwa dan darah kami
Wahai Al-Aqsho tercinta

Untukmu jiwa-jiwa kami
Untukmu darah kami
Untukmu jiwa dan darah kami
Wahai Al-Aqsho tercinta

Kami akan berjuang
Demi kebangkitan Islam
Kami rela berkorban
Demi Islam yang mulia

Untukmu, Palestina tercinta
Kami penuhi panggilanmu
Untukmu, Al-Aqsho yang mulia
Kami kan terus bersamamu

Untukmu, Palestina tercinta
Kami penuhi panggilanmu
Untukmu, Al-Aqsho yang mulia
Kami kan terus bersamamu


********************************

Kami akan berjuang
Demi kebangkitan Islam
Kami rela berkorban
Demi Islam yang mulia

Untukmu, Palestina tercinta
Kami penuhi panggilanmu
Untukmu, Al-Aqsho yang mulia
Kami kan terus bersamamu

Untukmu, Palestina tercinta
Kami penuhi panggilanmu
Untukmu, Al-Aqsho yang mulia
Kami kan terus bersamamu

Untukmu jiwa-jiwa kami
Untukmu darah kami
Untukmu jiwa dan darah kami
Wahai Al-Aqsho tercinta

Ya Robbi, izinkanlah kami
Berjihad di Palestinamu
Ya Alloh, masukkanlah kami
Tercatat sebagai syuhadamu

Ya Robbi, izinkanlah kami
Berjihad di Palestinamu
Ya Alloh, masukkanlah kami
Tercatat sebagai syuhadamu
Tercatat sebagai syuhadamu
Tercatat sebagai syuhadamuuu


Yang mau download lagunya..:
http://www.4shared.com/get/88747760/97b7c865/Shoutul_Harokah_-_Palestina_Te.html;jsessionid=8A1AD5E87DD568D0CFCEF0DC77760A22.dc210
 
;