Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 September 2013 0 komentar

Doa yang terlupakan...



Bismillah...

Doa-doa yang pernah terucap dari lisan atau hati kita mungkin akan kita lupakan atau terlupakan setelah lama tak kunjung jua terwujud...

Tapi ketahuilah kawan...Allah mendengar doa-doa kita....Allah tidak tuli...dan ketahuilah sobat....Allah tak pernah ingkar janji. Allah tau waktu yang paling tepat untuk mengabulkan doa-doa kita...=')





Setelah doa terucap, ikhtiar maksimal....setelah itu,..sabar dan ikhlas kuncinya....:)
Ya...bersabar menjalaninya dan IKHLASKANLAH.....apapun yang akan terjadi...Allah tau yang terbaik untuk diri ini, melebihi kita tau diri kita sendiri....:) 


Entah mengapa,...ini saya katakan seperti menjadi sebuah metode atau "cara" Allah...
Dalam beberapa hal,...saya pernah katakanlah "ngotot" menginginkan sesuatu....tapi justru pada saat ngotot itulah,...doa-doa yang sering terucap tak kunjung diijabah Allah....:)

Tapi subhanallah...ketika,.doa itu telah terucap,.dan hati ini pun tak lagi "ngotot" dan mengikhlaskannya....saat itu justru sesuatu yang kita inginkan itu terwujud.....

Seperti bukan kita yang meminta dan menjemputnya,,..tapi seolah....Allah antarkan sendiri dihadapan kita...=) 
Subhanallah...

Wallahu alam...
Dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki,....tak dapat saya sandingkan dengan referensi-referensi hadits yang mungkin ada....:)
Tapi, berdasarkan penagalaman yang saya alami sendiri....mungkin seperti itulah "CaraNya"





-afw-
9 September 2013
Dihari spesial milad mamah tercinta

Sabtu, 24 September 2011 3 komentar

Seandainya kita hidup di jaman Rasulullah..

Sahabat, pernah gak sih kita bayangkan, seandainya kita hidup sejaman dengan Rasulullah SAW,..

Mungkinkah kita orang-orang yang sangat dekat dengan Nabi,.??atau justru kita orang-orang yang selalu menentang Nabi??

Mungkinkah kita orang2 yang selalu terdepan membela agama Allah yang dibawa Rasul,.??ataukan orang2 yang paling depan menentang Nabi...

Jikalau dengan ijin Allah, kita terlahir di jaman Rasul, dengan kadar keimanan kita yang seperti ini,.mungkinkah kita akan menjadi salah satu sahabat Nabi??mungkinkah salah satu jamaahnya Nabi?atau salah satu kader terpercayanya Nabi?ataukah salah satu panglima perang yang luar biasa hebatnya?atau hanya sekedar manusia biasa, yang hidup di jaman Nabi, tanpa sedikitpun menggoreskan tinta emas sejarah peradaban dunia??

Jiakalau kita menjadi salah satu dari sahabat nabi,..dengan keimanan kita yang seperti ini, ada di bagian manakah kita??seberapa istiqomahkah kita bisa menjalani satu kebaikan??seperti yang dicontohkan para sahabat nabi,..

Abu Bakar yang benar, membenarkan dan dibenarkan...Mengapa??karena teguh untuk yakin pada apa yang berasal dari Allah, dan dibawa Rasulullah,..yang keimanannya luar biasa,.."Andaikan iman seluruh manusia ditimbang dengan keimanan seorang Abu bakar,,niscaya lebih berat iman seorang Abu Bakar,." Subhanallah...orang yang sangat dicintai Nabi, jikalau nabi boleh mengambil kekasih selain Allah, maka iapun akan mengangkat Abu Bakar sebagai kekasihnya..

atau seperti Umar bin khattab, sang Al Faruq,..ia sosok yang tak pernah menyembunyikan perasaannya..Jujur pada dirinya dan pada Allah, jujur pada manusia..Keras,tak kenal takut...bahkan setanpun lari ketika bertemu dengannya...beliau juga yang mengantarkan perang2 besar...dakwah yang terang-terangan..."Bukankah kita berada diatas kebenaran?? Bukankah mereka diatas kebathilan??"
Ia keras,.sangat keras,,namun ada suatu saat ia manusia terlembut,.yaitu saat memimpin..

ataukah seperti utsman, Utsman Dzun nurain atau lebih dikenal dengan Utsman bin affan, sipemalu berakhlak mulia..yang malunya tak hanya pada manusia,.tapi ia lebih malu terhadap Allah,.Mandinya utsman takkan dilakukan kecuali dalam keadaan pintu rumah terkunci, semua lubang ditutup di kamar yang paling terkendali dan terkunci, dalam sebuah bilik rapat di kamar itu, dan dipasang selubung kain yang tinggi..itupun utsman tidak bisa menegakkan punggunya karena rasa malu. Ia malu jika nikmat-nikmat Allah tak bisa ia nafkahkan di jalanNya...ia malu, jika ia kenyang namun penduduk madinah ditimpa paceklik,Maka 1000 unta penuh muatan ia bagikan gratis kepada penduduk...(emm,kapan ya para pemimpin kita seperti ini??)
"Tidak akan membahayakan Utsman, sabda sang Nabi, " Apapun yang dia lakukan hari ini " dan Utsmanpun semakin merasa malu...

Sampai sini, adakah kita pantas menjadi salah satu sahabat Nabi??

Atau seperti Ali yang ceria??seorang pemuda yang luar biasa, yang menggantikan tidur Rasulullah ketika terjadi kepungan....atau seperti pedang Allah yang terhunus Khalid bin Wallid, yang memang hanya hapal sedikit ayat, namun luka ditubuhnya karena perang membela agama Allah, kelak akan menjadi saksi?
bagaimana dengan Abdurrahman bin auf yang diberkahi dalam shodaqoh dan simpananya..

atau bagaimana dengan Thalhah??seorang perwira, yang menjadi perisai hidup Nabi..yang ditubuhnya ada 70 sayatan pedang,hujaman tombak dan tusukan panah..maka jadilah ia seorang syahid yang berjalan di muka bumi..Masya Allah,,,

Ah....kurasa,masih banyak para pejuang dan sahabat nabi di masa itu yang tak kalah luar biasanya....
lalu ada di mana kita??


Masya Allah,.kita dilahirkan di jaman ini,..jaman dimana Rasul telah menjadi sebuah sejarah dunia yang luar biasa, yang keagungannya tak terbantahkan..yang akhlaknya dapat mudah kita dengar dimana2...dimana orang2 yang mencintainya mudah kita temukan...yang sejak lahir keduniapun kita sudah dikenalkan dengan beliau melalui kedua orang tua kita....

tapi, jangan khawatir sobat...mungkin kita tidak ada apa2nya dengan sahabat nabi pada jaman itu...
tapi dengarlah dialog Nabi dengan para sahabat yang begitu menyejukkan hati,.dikutip dari tafsir Al Kabir,karya Al-Fakhr al-Razi...

 “Menurut kalian, siapa yang imannya paling menakjubkan (Man a’jabakum imanan?)." 

Para sahabat menjawab, "Para malaikat Ya Rasulullah." Nabi berkata : "Bagaimana mungkin para malaikat tak beriman, padahal mereka berada di samping ‘arasy Tuhan?"

Para sahabat berkata: kalau begitu, para nabi Ya Rasulullah. Nabi menjawab: Bagaimana mungkin para nabi tak beriman, padahal kepada mereka turun wahyu Tuhan. 

Kata para sahabat : kalau begitu kami ya Rasulullah, kami sahabatmu. Nabi bersabda, "Bagaimana mungkin kalian tak beriman, padahal aku berada di tengah-tengah kalian. Telah kalian saksikan apa yang kalian saksikan." Menurut hadis ini, mungkin sebagian sahabat beriman karena menyaksikan mukjizat dan peristiwa-peristiwa agung yang menyertai kenabian Rasulullah Saww.

Al-Fakhr al-Razi dalam tafsir Al-Kabir, meneruskannya dengan mengabarkan sabda Nabi, “Yang paling menakjubkan imannya adalah mereka yang datang setelah kalian. Mereka yang beriman kepadaku padahal aku tidak berada di tengah mereka. Mereka yang mengimaniku tanpa pernah berjumpa denganku: yang mengikuti ajaranku seraya merindukanku. Duhai betapa aku merindukan mereka (diulang sampai tiga kali). Merekalah saudara-saudaraku.

Para sahabat berkata. “Bukankah kami ini saudaramu juga Ya Rasulullah?” Nabi menjawab: “Antum Ashhabi.” Kalian adalah sahabat-sahabatku. (Sedangkan) Merekalah saudara-saudaraku. "

Subhanallah...
Mungkinkah yang disebut Nabi adalah kita??orang yang hidup setelah jaman Nabi...

Yang begitu mencintai Rasul, padahal tak sekalipun pernah bertemu..yang begitu merindukan beliau padahal tak pernah sekalipun bertatap muka dengan beliau, yang sangat mencintai sunnah2 beliau, tanpa ada sedikitpun keraguan dalam hatinya...

Benarkah kita yang disebut??
Coba tanyakan pada hatimu......

Seberapa besar kita mencintai Rasul...seberapa besar kita merindukan Rasul,sehingga Rasulpun merindukan kita....

Insya Allah......


Sebuah rindu yang tiada bertepi pada Rasul Muhammad SAW...

Sedikit renungan,, dalam mencapai kasih sayang Allah dan Rasul.....Semoga bermanfaat....




Selasa, 24 Mei 2011 0 komentar

- Amanah -




" Jangan Minta untuk dikurangi beban amanahmu, tapi mintalah kekuatan untuk bisa memikulnya..."



Amanah, mendengar kata yang satu ini akan mengingatkan pada segudang beban yang harus dipertanggungjawabkan,....ya,..memang begitulah seharusnya...



Kita sebagai manusia, tak akan pernah lepas dari yang namanya amanah...

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." QS. Al Ahzab : 72


Ya,...Amanah yang tak akan pernah habis dipikul manusia,...karena itu, jangan kau minta untuk dikurangi beban amanahmu, tapi mintalah kekuatan pada Allah untuk bisa memikul semua amanah - amanahmu...

Terlebih kepada engkau yang berjuang di jalan da'wah,...

Di jalan yang penuh liku, penuh hambatan, penuh perjuangan.....memang hanya segelintir orang-orang terpilihlah yang mampu bertahan di jalan ini.....

Ya,....jalan ini memang tak mudah, tak semua orang mampu untuk mengembannya,..karenanya, berbahagialah engkau yang hingga kini masih terus berjuang di jalan da'wah ini...yang telah diberi kesempatan emas oleh Allah untuk bersama memperjuangkan Nama Allah di Muka Bumi,.yang senantiasa menyebarkan kebaikan di seluruh penjuru negri, yang senantiasa berjuang tanpa lelah untuk tegaknya Islam di muka bumi.....

Tugas ini memang berat, amanah yang bukan main beratnya, tanggung jawab yang sangat luar biasa,....tapi dari sinilah kita menyemai ladang-ladang kebaikan, dari sini lah kita memanen pahala, dan hanya satu balasan Allah untuk orang-orang yang berjuang......Surga, dan seluruh isinya.....Insya Allah....

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. QS. Yusuf : 62


Berbahagialah kalian yang menjadi wali-wali Allah di muka bumi,.....
Jalan ini memang pahit..
Jalan ini memang panjang..
Jalan ini memang penuh hambatan..

Tapi ingatlah,..mungkin jalan ini juga yang akan mengantarkan kita menuju Allah dan SurgaNya...

Insya Allah. . .


Jadilah kalian agen perubah...agent of change di muka bumi ini...


Seonggok kemanusiaan terkapar, siapa yang mengaku bertanggung jawab..??
bila semua pihak menghindar, biar saya yang mengambilnya...semua atau sebagian,...saya harus mengambi l alih tanggung jawab ini, dengan kesedihan yang sungguh , seperti saya menangisinya saat pertama kali menginjakan kaki, di mata air peradaban modern ini...- Kh. Rahmat Abdullah-



Selasa, 03 Agustus 2010 0 komentar

Ikhlas itu....




Ikhlas itu....


Ada saat kita memberi tanpa mengharapkan imbalan dari siapapun...

Ada saat kita bekerja dan terus bekerja tanpa peduli penilaian orang pada pekerjaan kita...

Ada saat kita berbuat kebaikan tanpa peduli prasangka negatif orang kepada kita...

Ada saat kita berusaha melakukan yang terbaik tanpa peduli penilaian orang kepada kita..

Ada saat kita bisa menerima segala cobaan yang diberikan Allah dan yakin bahwa itulah yang terbaik untuk kita...

Ada saat kita mencintai seseorang tanpa berharap akan dibalas cinta olehnya....

Ada saat kita menyayangi seseorang tanpa berharap dapat memilikinya...

Ada saat kita menerima kekurangan kita dan berusaha mencintai kekurangan pasangan kita...


Ikhlas itu ada saat kita melakukan segala sesuatunya karena Allah....dan semata-mata hanya mengharap ridho dari Allah, bukan karena orang tua, kekasih, sahabat, ataupun pasangan hidup kita....


Walau terkadang ikhlas tak semudah dalam mengucapkannya....

Lisan dapat dengan mudah mengucapkan ikhlas, tapi hati tak mudah untuk menerimanya...




Selasa, 13 Juli 2010 1 komentar

Sekilas Tentang Syaikh Tarbiyah Kh. Rahmat Abdullah

Asslamualaikum....

Bismillah....

Temen2 yang insya Allah di Rahmati Allah, postingan kali ini sedikit banyak bercerita tentang Almarhum KH. Rahmat Abdullah, sang Murabbi dan seorang Syaikh Tarbiyah bagi kaum muda.....



Subhanallah beliau adalah orang yang sangat luar biasa, dan beliau menjadi salah satu motivasi ane untuk tetap berjuang di jalan dakwah ini.....dan film "SANG MURABBI (Guru)" yang dibuat untuk mengenang beliau benar-benar membuat siapapun yang menontonya akan kembali semagat mengemban amanah dakwah ini....





Gak banyak yang ane ketahui tentang beliau, hasil dari googling, cari sana sini dan insya Allah sedikit banyak bisa bercerita tentang beliau,..Bismillah....

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Beliau lahir di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada 3 Juli 1953. Sebagai anak Betawi, beliau lebih bangga apabila tanah kelahirannya disebut dengan Jayakarta, nama lain kota Jakarta yang diberikan oleh Pangeran Fatahillah. Belum puas ia menikmati kasih sayang ayahnya, di usia 11 tahun Ayah beliau dipanggil mengahadap Sang Khalik, tapi itu tak menyurutkan beliau untuk tetap belajar agama, waktu luang ia gunakan untuk mengaji dan (belajar membaca Alquran, baca-tulis Arab, kajian akidah, akhlak, dan fikih) yang dilanjutkan dengan sekolah dasar di siang hari. Almarhum ayahnya meninggalkan usia percetakan sablon sebagai penyampung hidup keluarganya....

Di era 60an beliau dikenal sebagai aktivis di KAMI dan KAPI padahal beliau masih duduk di bangku SMP, Melihat kurangnya perhatian sekolah terhadap masalah agama, beliau kemudian pindah sekolah ke Ma’had Asy-Syafi’iyah di Bali, Matraman, Jakarta, yang didirikan oleh K.H. Abdullah Syafi’i

Selepas MI, Rahmat remaja melanjutkan studinya ke jenjang MTs di Ma’had yang sama. Di sini, beliau mulai belajar ushûlul fiqh, mushthalahul hadîts, psikologi, dan ilmu pendidikan. Namun, pelajaran yang beliau gemari adalah talaqqî, yang dibimbing langsung oleh K.H. Abdullah Syafi’i; sosok kiai karismatik yang memberikan banyak inspirasi. Pada saat itu juga, Rahmat muda pun mulai merintis dakwah, berkhidmah kepada umat dengan mengajar di Ma’had Asy-Syafi’iyah dan Darul Muqorrobin, Karet, Kuningan

Hal ini beliau jalani selama bertahun-tahun, berjalan kaki dari Bali Matraman ke Karet Kuningan. Tak jarang untuk memberikan les privat beliau pun harus melewati lorong-lorong Jakarta hingga larut malam. Namun keikhlasan senantiasa menyelimuti beliau, karena semangat dakwah sudah terpatri dalam dirinya. Rahmat seorang santri yang cerdas, bersemangat baja, dan pantang menyerah, sehingga wajar kalau beliau kemudian dijadikan murid kesayangan K.H. Abdullah Syafi’i. Hingga pada tahun 1980, beliau bersama empat rekannya yang lain, sempat akan diberangkatkan ke Kairo untuk menempuh studi di Universitas Al-Azhar. Namun sayang, kesempatan itu gagal, karena ada ‘fitnah’ dari kalangan internal. Namun semangat Rahmat untuk belajar sedikit pun tak mengendur. Sejak beliau diperkenalkan K.H. Abdullah Syafi’i dengan seorang syekh dari Mesir, mulalilah beliau tertarik dengan pemikiran tokoh-tokoh Islam. Hasan Al-Banna, Sayyid Qutub, dan tokoh nasional seperti H.O.S. Cokroaminoto dan Muhammad Natsir, merupakah tokoh-tokoh Islam yang beliau kagumi. Dalam waktu singkat beliau melahap buku-buku mereka dan tokoh-tokoh pergerakan lainnya.

Keseriusan Rahmat dalam menggeluti dunia dakwah membuatnya lupa kalau usianya sudah menginjak kepala tiga. Akhirnya, di usianya yang ke 32, Rahmat mengakhiri masa lajangnya, dengan menikahi Sumarni, adik kelasnya ketika masih sekolah di Ma’had dulu. Pernikahan pun dilangsungkan pada tanggal 15 Ramadan 1405 H. (1984). Dari pernikahan ini, beliau dikaruniai tujuh orang anak.
Sekalipun sudah berkeluarga, bukan halangan bagi Rahmat untuk terus berkiprah dalam dunia dakwah. Bersama Abu Ridho, Hilmi Aminudin, dan beberapa tokoh pemuda Islam pada saat itu, mereka tergabung dalam Harakah Islamiyah di era 80-an; halaqah dakwah yang terinspirasi dari pergerakan Al-Ikhwan Al-Muslimun yang didirikan Hasan Al-Banna. Inspirasi dakwah Hasan Al-Banna sebenarnya sudah lama menjadi acuan Rahmat Abdullah. Gayung pun bersambut. Beliau bertemu dengan rekan-rekannya yang seide dan sepemikiran. Bersama mereka, beliau berjuang melalui jalur pendidikan, kaderisasi, dan pengajian. Di wadah ini, Rahmat juga merintis sebuah majalah Islam yang banyak diminati pemuda Islam pada saat itu. Sayang, rezim orde baru yang berkuasa memaksa mereka untuk menutup segala aktivitas dakwahnya. Namun, hal itu tak menyurutkan semangat Rahmat untuk membuka lembaran baru di dalam dunia dakwah. Setelah lama berpetualang di dunia dakwah, bersama muridnya pada tahun 1993, Rahmat mendirikan Islamic Center Iqra’; lembaga Islam yang bergerak dalam pengembangan dunia pendidikan dan sosial, di Pondok Gede, Bekasi,

Pasca runtuhnya rezim orde baru, beliau terjun dalam dunia politik. Mungkin tak terbersit sedikit pun di benaknya untuk berkecimpung di dunia itu. Namun untuk kelangsungan dakwah, tugas itu pun akhirnya diemban. Pada tahun 1999, beliau diamanahi sebagai Ketua Bidang Kaderisasi DPP Partai Keadilan—partai yang didirikannya bersama dengan rekan-rekan seperjuangannya, setelah lebih sepuluh tahun dirintis bersama, yang kemudian menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Kemudian beliau beralih menjadi Ketua Majelis Syuro sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan Sejahtera.
Pada tahun 2004, karir politiknya kembali melejit. Beliau terpilih sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Bandung, Jawa Barat. Dan pada pencalonan beliaulah pertama kalinya Bandung dimenangkan oleh partai Islam, sejak awal pemilu tahun 1955.
Dai sekaligus budayawan. Itulah Rahmat Abdullah. Perjalanan hidupnya dalam menyelami lautan dakwah banyak beliau rangkai dalam untaian bait-bait syair, puisi, serta artikel-artikel kecil

Dai, demonstran, budayawan, dan filosof ini akhirnya menduduki kursi ‘empuk’ DPR di komisi III. Bersuara lantang, kritis namun tetap sopan, itulah kesan yang didapat dari rekan-rekannya di Parlemen. Amanat di partai pun dengan penuh semangat beliau emban. Hingga di penghujung hayatnya, beliau diamanahkan sebagai Ketua Badan Penegak Organisasi Partai Keadilan Sejahtera.


Ada yang datang dan ada yang pergi, itulah sunatullah. Selepas menyempurnakan wudlu untuk menunaikan salat Maghrib, beliau dipanggil menghadap Sang Khalik, Selasa, 14 Juni 2005. Beliau wafat pada usia 52 tahun. Umur yang tergolong muda untuk seorang politisi. Tidak seimbang memang dengan rambut kepala dan jenggotnya yang sudah memutih. Mujahid dari kampung Betawi ini wafat dengan meninggalkan istri dan tujuh orang anaknya.
Kota Jakarta pun seakan menangis, mengucurkan hujan deras mengiringi kepergian beliau. Puluhan ribu muridnya tanpa kuasa menahan haru mengantarkan jenazahnya ke persemayaman terakhir. Syekh tarbiyah itu telah pergi, namun semangat dakwah yang diwariskan kepada murid-muridnya takkan memudar. Selamat jalan Ustad Rahmat…. Perjuangan yang telah lama engkau rintis ini, akan terus kami lanjutkan




-------------------------------------------------------------------------------------------------

Subhanallah......jika temen2 sekarang ada yang mengikuti kajian rutin yang sering disebut Mentoring, Halaqoh, ataupun Liqo, pada awalnya beliaulah yang mencetuskan dan memperjuangkannya di Indonesia, sekarang tak perlulah sembunyi2 dalam menjalani liqo dan berdakwah, tapi dahulu, sejak awal dibentuknya tak bisa berdakwah secara terang2an banyak antek2 pemerintah yang mencurigai kegiatan ini, bersyukurlah kita yang bisa menikmati indahnya dakwah ini sekarang, tanpa perlu melewati masa2 sulit seperti dulu.

Kata2 motivasi dari beliau seolah menjadi penyemangat dalam menjalani dan terus berjuang dalam dakwah ini, berjuang dalam meneruskan cita2 beliau dan cita2 Rasulullah untuk tegaknya syariat Islam di muka bumi ini.....

Sedikit kata2 yang sampai detik ini menjadi penyemangat dalam berjuang di jalan dakwah ini:

"Amanah teremban pada pundak yang semakin lelah, bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan ataupun surut langkah kebelakang, ini adalah awal pertempuran, awal pembangkitan..siapa diantara kita yang beriman, wahai diri sambutlah SeruanNya...Orang2 besar lahir karena perjuangan bukan menghindari dari peperangan "


" Dimana kita berpijak disitulah dakwah kita sebarkan "

" Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi dan semangat juang yang tidak pernah pudar, Ajaran yang mereka bawa melebihi usia mereka, Usia mujahid para pembawa misi dakwah tersebut tidaklah panjang namun cita2, semangat dan dan ajaran yang mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka"

Subhanallah...akankah muncul lagi sang Murabbi seperti beliau, yang berjuang tanpa kenal lelah dalam menegakan syariat Islam.....

Teman2 kitalah yang akan menjadi kader beliau, dan juga menjadi kader Rasulullah dalam meneruskan perjuangan mereka.....tetap semangat menjalani dakwah ini, karena satu tujuan... ALLAH....

Sahabat jangan pernah kau siakan Hidayah Allah yang tak ternilai harganya ini......jangan kau siakan perjuangan Rasulullah dan para sahabat, dan juga perjuangan dakwah Kh. Rahmat Abdullah.......



Sahabat dijalan dakwah ini kita pernah jatuh, kita tau betapa sakitnya jatuh itu, kita pernah hina, kita tau bagaimana rasanya itu, kita pernah merasa jenuh, dan kita tahu betapa membosankannya waktu itu....Sahabat, jalan ini memang pahit, karena apa??Karena Surga Allah itu Manis.....segala usaha dan perjuangan kita di dunia dalm menegakkan sayriat islam ini akan dibalas beratus kali lipat oleh Allah........Lakukan sekecil apapun yang kita bisa, lakukan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan...sebagai bentuk rasa Syukur kita kepada Allah, yang telah menjadikan kita sebagai mujahidnya............mulai dari detik ini, mulai dari hal yang kecil dan mulai dari diri sendiri...



Minggu, 27 Juni 2010 7 komentar

Uas kali ini.....

Bismillah.....

Uas sudah di depan mata,....
Bukan hal yang harus dihindari, apalagi ditakutihttp://www.smileycodes.info......Tapi harus dihadapi.....


Pada dasarnya bukan melulu tentang nilai dan nilai......Sungguh Allah melihat seberapa besar usaha kita untuk menghadapi suatu ujian, bukan dari hasil akhir.....



Insya Allah.....UAS kali ini Di Politeknik Telkom


bakal lebih diperketat lagi mengenai peraturan2 yang berlaku dalam UAS....diantaranya,..yang masih Inget:


1. UAS diawasi oleh DOSEN langsung, bukan dari kalangan mahasiswa lagi, untuk mengurangi adanya kecurangan...http://www.smileycodes.info




2. Selama berlangsung Ujian dilarang keluar dari kelas, walaupun ke Toilet....(wew,ini rada sadis)http://www.smileycodes.info




3. Sangsi bagi yang ketahuan mencontek akan langsung mendapat nilai E di semua mata kuliah selama satu semester....jadi otomatis harus mengulang satu semester lagi...(Wew yang ini lebih sadis gan)http://www.smileycodes.info





4. Dan masih banyak peraturan2 yang harus dipatuhi.....yah,intiniya sih baik....untuk mencetak generasi penerus Bangsa yang berkualitas.....http://www.smileycodes.info





Tapi yang namanya kuliah memang harus ada nilai...dan itupun sudah memiliki standart yang
harus tercapai agar bisa lulus dari mata kuliah tersebut.......

Teringat film 3 Idiots, bahwa kuliah itu juga gak mesti harus tentang nilai dan nilai...tapi yang lebih penting tentang pemahaman materi yang disampaikan,......

Yah,..intinya semua balik ke diri kita sendiri....Bagaimana kita menghadapi suatu Ujian,...apakah rela dengan berbagai cara yang bahkan Allah tidak akan Ridho........

Apakah rela mengganti Surga Allah hanya dengan sebuah nilai.....??


Yah...walaupun dulu yang namanya nyontek pas ujian tuh sering dilakukanhttp://www.smileycodes.info....tapi Insya Allah ujian kali ini akan berusaha sendiri....apapun hasilnya nanti,....http://www.smileycodes.info

Belajar gak nyontek Mulai dari diri sendiri dan mulai dari Sekarang.....Semangat belajar!!!
http://www.smileycodes.info


Buat teman2 lain....Semangat ngadepin UASnya yah.........
Dibawa santai aja...http://www.smileycodes.infoGak usah sampai stres ngadepinnya...http://www.smileycodes.infoYang penting semangat belajarnya....http://www.smileycodes.infoSukses buat UASnya....


Kamis, 20 Mei 2010 0 komentar

Sms yang bikin malu sama diri sendiri...

Seorang sahabat mengirimkan sebuah pesan singkat beberapa waktu lalu....

isinya:

"Sedikit Renungan bagi kita semua..

Ternyata sifat kita dengan sifat Rasulullah SAW, berbeda "SEDIKIT"

Beliau sedikit tidur, qta sedikit2 tidur...

Beliau sedikit makan,.qta sedikit2 makan...
Beliau sedikit marah, qta sedikit2 marah...
Beliau sedikit bergurau, qta sedikit2 bergurau...
Beliau Sedikit2 beramal,.qta sedikit amalannya...
Beliau sedikit2 berkorban untuk islam,.qta sedikit pengorbanan untuk islam..
Beliau sedikit2 beristigfar, qta sedikit beristigfar...
Beliau selalu memikirkan umatnya dibanding memikirkan dirinya sendiri...kita selalu memikirkan diri sendiri dibanding memikirkan umat lain....



Jadi kapan kita mulai berusaha mengejar perbedaan yang hanya "SEDIKIT" itu??"

Ya Allah...bener2,,.kata2nya simple,.tapi maknanya begitu dalam....
jadi malu sama diri sendiri....
Astagfirullah.....

Note: Yang 3 kebawah ane tambahin sendiri...:)

Temen2 saling mengingatkan yah.....
Selasa, 18 Mei 2010 8 komentar

Masihkah kita mengharap Surga Allah??

Siapa yang tak kenal Surga??walau belum ada satupun dari kita yang pernah mengunjungi, tapi mendengar kata surga, terbesit lah di benak kita tentang semua keindahan dan kenikmatan yang tiada tara...bahkan di dalam Al Quran Allah menyebutkan bahwa segala keindahan dan kenikmatan surga itu tidak dapat terbayangkan oleh manusia,..apabila kita membayangkan suatu tempat yang sangat indah, dimana segala fasilitas lengkap tersedia dan dapat digunakan kapan saja kita mau tanpa harus mengantri, dimana para pelayan siap melayani anda 24jam tanpa henti, dimana semua makanan dan minuman terlezat dari seluruh dunia tersedia tanpa pernah habis, bagi pria:dimana para bidadari-bidadari cantik siap melayani kebutuhan biologis anda kapan saja anda mau, bagi wanita: dimana terdapat para bidadara tampan yang siap melayani anda kapan saja, dimana segala yang kita inginkan dapat dengan mudah kita dapatkan. Tetapi Sungguh Surga Allah jauh lebih indah dan lebih nikmat dari itu semua.




Jika ditanya apakah anda mau masuk surga??tentu saja 100% dan dengan yakin mereka menjawab "Iy, saya mau masuk surga". tentu saja semua orang pasti menginginkan masuk surga. Tapi apakah mereka sudah yakin dengan segala ibadah yang mereka lakukan selama ini dapat dengan mudah masuk ke Surganya Allah????Lalu bagaimana dengan maksiat2 yang pernah kita lakukan dahulu, apakah sebanding dengan ibadah kita kepada Allah??apakah jauh lebih banyak kita melakukan maksiat dibanding dengan menjalani ibadah kepada Allah?

Mungkin hanya sedikit dari kita yang menyadari betapa banyak dosa yang telah kita lakukan kepada Allah,.,.mulai dari kita bangun tidur, beraktifitas di siang hari, hingga sampai saat kita tidur kembali. Seberapa sering kita menunda-nunda panggilan Alah untuk melaksanakan Shalat subuh??saat azan memanggil, kita makin asik berkutat dengan bantal dan selimut, jika bangun juga kita tidak langsung mengambil wudhu dan segera melaksanakan Shalat, walaupun sudah terlambat, kita memilih untuk tidak Shalat subuh, dengan alasan yang sangat sepele..”Duch kesiangan nih,..g usah Shalat Subuh lah…dah telat nih” padahal jika memang benar2 ia niat untuk melaksanakan Shalat, dan benar2 terlelap tidurnya karena kecapean, maka dibolehkan untuk melaksanakan Shalat walau sudah bukan waktunya,…mungkin itu hanya sebagian kecil dari dosa kecil yang kita lakukan hampir setiap hari, pernah saya bertanya kepada seorang teman yang muslim, tapi ia enggan melaksanakan Shalat, dan yang saya terima adalah jawaban yang tidak logis..ada yang bilang bahwa ia tidak mau dilihat oleh orang2 sebagai orang yang “rajin Sholat” menurut dya, orang yang rajin sholat itu identik dengan orang2 yang di cap sebagai orang “baik-baik”. Benar2 jawaban yang tidak logis, pernah saya bertanya kepada seorang teman lagi, dan saya minta satu alasan saja mengapa ia tidak mau Sholat, dan ia hanya diam, dya tidak bisa memberikan satu alasan, mengapa ia tidak mau sholat, tapi saya terus memaksa ia, dan apa yang ia jawab sungguh mengejutkan, ia bilang “Hidup-hidup gw ini ko” Astagfirullah, benar2 jawaban yang mematahkan semua alasan yang saya berikan agar ia mau sholat.


“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Quran), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih” QS. An Nahl :104


Semoga kita tidak termasuk dalam orang-orang seperti itu…amin...

Bahkan, banyak dari kita yang merelakan menunda bahkan meninggalkan Shalat demi sinetron di Tv, atau bahkan menunda sholat hanya untuk menghisap sebatang rokok, apa yang mereka bilang,..”Nanggung Blum habis rokonya”, begitu mudah nya mereka meninggalkan Sholat demi hal2 yang tidak berguna seperti itu… Mungkin itu hanya sebagian dari dosa yang telah kita lakukan,.lau apakah kita masih mengharap Surganya Allah???


Lalu bagaimana dengan lisan kita, yang jarang sekali mengucapkan kalimat Zikir, ataupun kalimat yang bermanfaat, bahkan dengan mudahnya lisan kita ini mengucapkan kalimat-kalimat kotor yang sangat tak pantas, dan mengucapkannya tanpa rasa bersalah dan berdosa sedikitpun. Kita rela bangun tengah malam untuk sekedar menonton jagoan sepak bolanya bermain, tapi tidak pernah rela bangun malam untuk menghadap dan memohon ampun pada Allah dalam sholat Tahajud, kita sanggup membaca Novel “Harry Poter” yang tebalnya naudzubillah, yang mungkin jika ditimpukan ke maling, maling itu akan langsung minta ampun, tapi kita tidak sanggup bahkan malas untuk membaca Al-Quran yang jauh lebih indah dan akan meneranginya di alam kubur nanti, kita rela mengeluarkan uang untuk membeli sebungkus rokok yang akan habis dalam beberapa jam,.tapi sulit sekali untuk mengeluarkan uang kita untuk bersedekah kepada fakir miskin yang pahalanya tidak akan habis-habis. Mungkin itu hanya sebagian dari dosa yang kita buat, hanya dari meninggalkan Shalat, lisan kita dan perbuatan kita, lalu bagaimana dengan mata kita, telinga kita, tangan kita, dan kaki kita, hati kita??

ah…mungkin hanya diri kita sendiri yang bisa menjawabnya….silakhan kita coba introspeksi diri sendiri.....

Kalo sudah begitu, apakah kita masih pantas mendapat Surganya Allah???dengan semua dosa dan kemaksiatan yang kita lakukan???


Apakah Allah akan Ridho kita yang berlumuran dosa, yang sering lalai pada perintahNya, bahkan sering melanggar perintahnya untuk masuk ke dalam Surga Allah yang berisi orang2 yang rajin beribadah??


Tenang kawan….Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, seberapa besarpun dosa yang kita pernah lakukan.

“Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksanya”QS. Ar-Ra’d:13


Teman-teman sebelum Allah menyuruh Malaikat Izroil untuk menjemput kita, sebelum nafas terakhir kita habiskan, sebelum masa muda kita terbuang sia dengan penuh dosa, sebelum semua terlambat, sebelum kita menyesal di kemudian hari...Yuk kita sama2 introspeksi diri, hisab diri kita sekarang, sebelum nanti dihisab Allah di Yaumul Akhir........Saling mengingatkan dalam hal yang baik, dan juga FastabikhulKhoirat: Berlomba-lomba dalam kebaikan.....

Insya Allah.......Surga itu bisa kita raih......


*Semoga Tulisan ini bisa saling mengingatkan kita gak ada maksud buat menggurui,sok tau dan Sok suci yg merasa ibadahnya paling banyak dan gak punya dosa,......Sahabat, Sungguh dirku juga hanya manusia biasa yang tak akan lepas dari yang namanya dosa......semoga dengan membaca tulisan ini kita kamu, aku dan kita bisa sedikit membuka mata hati kita untuk melihat kedepan,..bukan hanya sibuk memikirkan dunia, tapi juga memikirkan kehidupan yang lebih kekal di akhirat kelak,..Insya Allah,...semangat y temen2, yuk kita sama2 meraih Surga Allah....

Selasa, 13 April 2010 0 komentar

Kisah Pohon Apel..

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?" "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. "Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.



*walau sudah di repost berkali2 Insya Allah akan selalu mengingatkan kita kepada Orang tua kita....Insya Allah,...

Jika bermanfaat,...sebarkan..Insya Allah pahalanya tak kan pernah putus....
Senin, 12 April 2010 0 komentar

Andaikata Rasulullah jadi tamu kita...


Bayangkan apabila Rasulullah dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita. Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita, Apa yang akan kita lakukan? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah sudi menginap beberapa hari di rumah kita. Beliau tentu tersenyum........

Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.

Beliau tentu tetap tersenyum........

Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa.
Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.

Beliau tentu tersenyum.......

Bagaimana bila kemudian Rasulullah bersedia menginap di rumah kita? Barangkali kita teringat bahwa kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Shalawat kepada Rasulullah SAW.
Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mempelajarinya.

Beliau tentu tersenyum........

Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Indonesian Idols atau AFI.
Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang shalat. Atau barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah.

Beliau tentu tersenyum........

Belum lagi koleksi buku-buku kita. Belum lagi koleksi kaset kita. Belum lagi koleksi karaoke kita. Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita?
Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun adzan berbunyi.

Beliau tentu tersenyum........

Barangkali kita menjadi malu karena pada saat Maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV.
Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan shalat sunnah.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al-Qur'an.
Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.

Beliau tentu tersenyum.......

Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita.
Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.

Betapa senyum beliau masih ada di situ........

Bayangkan apabila Rasulullah tiba-tiba muncul di depan rumah kita. Apa yang akan kita lakukan? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita?

Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.

Maafkan kami ya Rasulullah.........

Masihkah beliau tersenyum?

Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir........

Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah........


Sumber: Dudung.net
*cuma buat muhasabah diri*
Renungkan kawan.......
Minggu, 11 April 2010 0 komentar

Hidup Adalah Anugrah

Assalamu'alaykum Wr.Wb.

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadis itu kalau gadisnya sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadis itu. Yang akhirnya si gadis bisa melihat segala hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia, Apakah engkau mau menikah denganku?”. Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya. Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik kedua mata yg telah aku berikan kepadamu”.

* * * *

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

• Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

• Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

• Sebelum engkau mengeluh tentang orang tuamu, ingatlah akan seorang anak yang menangis kepada Allah untuk meminta kesembuhan atas penyakit orang tuanya.

• Ketika engkau lelah dan mengeluh tentang sekolahmu, ingatlah akan anak-anak yang menginginkan untuk melanjutkan sekolah, namun tidak memiliki biaya untuk itu.

• Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan dosanya.

• Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Allah swt karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!!


Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari cerita diatas.. Aaaaaamin....


Wassalamu'alaykum Wr.Wb.
 
;